Apa Itu Badai Sitokin yang Menyerang Penderita Covid 19?

Badai sitokin beberapa hari belakangan menjadi salah satu istilah yang sering muncul bagi para penderita Covid 19. Kira-kira apa sih, badai Sitokin yang sempat viral karena menjangkit Deddy Corbuzier.

Apa Itu Sitokin?

Apa Itu Sitokin

Badai sitokin adalah salah satu komplikasi yang dapat menyerang pasien atau penderita covid-19. Kondisi ini tidak dapat dianggap sebelah mata karena wajib untuk diwaspadai bahkan perlu mendapatkan penanganan khusus secara intensif.

Karena jika dibiarkan saja tanpa adanya suatu penanganan yang tepat, disebutkan bawah badai sitokin mampu menyebabkan kegagalan pada beberapa fungsi organ di dalam tubuh.

Dan kondisi paling fatal adalah kematian.

Sitokin sendiri adalah salah satu protein yang ada di dalam tubuh dan memiliki tugas untuk membantu sistem kekebalan tubuh. Jika di dalam kondisi tubuh yang normal, sitokin sendiri adalah sistem imun yang baik.

Sebab dengan adanya sitokin sistem yang ada di dalam tubuh mampu saling berkoordinasi dengan sangat baik agar mampu melawan bakteri maupun virus yang menjadi penyebab dari infeksi di dalam tubuh.

Apa itu Badai Sitokin pada Penderita Covid 19?

Apa itu Badai Sitokin pada Penderita Covid 19

Jika sebelumnya disebutkan apabila sitokin merupakan protein di dalam tubuh yang bertugas membantu sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus dan bakteri yang berbahaya.

Sehingga bisa dibilang bawah keberadaan sitokin di dalam tubuh cukup penting, namun rupanya apabila sitokin diproduksi secara berlebihan di dalam tubuh. Maka sitokin sendiri justru mampu menjadi penyebab rusaknya organ yang ada di dalam tubuh.

Inilah yang disebut dengan badai sitokin.

Badai sitokin atau disebut juga dengan istilah cytokine storm sendiri dapat terjadi dikarenakan kondisi tubuh yang melepaskan terlalu banyak zat sitokin menuju ke dalam darah yang terjadi dalam waktu yang sangat cepat.

Kondisi inipun akan memicu sel imun yang malah akan menyerang balik jaringan dan sel sel tubuh yang masih sehat. Hal ini bisa mengakibatkan peradangan di dalam tubuh.

Sedangkan pada penderita Covid 19 kondisi ini dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan D-dimer dan juga CRP.

Badai sitokin yang mengakibatkan peradangan yang terjadi di dalam tubuh membuat organ-organ yang ada di dalam tubuh menjadi gagal berfungsi atau bahkan menjadi rusak.

Sehingga hal inilah yang wajib untuk diwaspadai bagi para pasien positif corona dari adanya badai sitokin. Sebab bisa berakibat fatal hingga kematian.

Bagi para penderita covid-19 badai sitokin dapat menyerang jaringan yang ada pada organ paru-paru karena alveoli atau kantung udara kecil yang ada di dalam organ paru-paru terisi penuh dengan cairan.

Hal ini bisa menyebabkan pertukaran oksigen menjadi terganggu atau bahkan tidak bisa berjalan dengan lancar, sehingga membuat pasien covid merasa sesak napas. Itu adalah gejala umum dan gejala awal dari badai sitokin bagi penderita covid.

Selain itu sitokin juga bisa menyerang aliran darah yang ada di dalam tubuh.

Badai Sitokin Dapat Memicu Peradangan Paru pada Pasien Covid 19

Badai Sitokin Dapat Memicu Peradangan Paru pada Pasien Covid 19

Pelepasan atau keluarnya zat sitokin yang ada di dalam tubuh mampu memberikan pengaruh pada perilaku sel yang ada di sekitarnya. Sitokin akan bergerak menuju ke jaringan yang sudah mulai terinfeksi dan berikatan dengan reseptor sel.

Sehingga menjadi pemicu reaksi peradangan.

Dalam keadaan normal sitokin hanya akan bertuga sebentar saja dan respon yang akan diberikan pada kekebalan tubuh pun akan berhenti di daerah infeksi. Namun pada kondisi badai sitokin, zat ini akan terus mengirim sinyal pada sel imun tubuh.

Sehingga sel imun tubuh akan terus berdatangan dan memberikan reaksi di luar kendali tubuh.

Badai Sitokin Dapat Menyebabkan Kematian

Badai Sitokin Dapat Menyebabkan Kematian

Pada dasarnya sitokin dengan jumlah sedikit yang keluar tidak akan memberikan pengaruh terhadap tubuh dan organ lainnya.

Namun jika jumlah sitokin yang dikeluarkan oleh paru sudah melampaui batas maka kondisi inilah yang disebut dengan badai sitokin. Oleh sebab itu paru-paru akan menjadi kaku dan memadat.

Selama proses peradangan terjadi maka sistem imun di dalam tubuh pun akan melepaskan molekul yang sifatnya beracun bagi virus dan juga beracun bagi paru-paru pastinya.

Jika kondisi ini tidak ditangani dengan tepat maka akan dapat mengganggu fungsi paru-paru sehingga fungsi pernapasan akan menurun dan membuat pasien menjadi sulit bernapas.

Bahkan ada beberapa kondisi yang membuat pasien tidak bisa bertahan tanpa menggunakan alat bantu pernapasan yang disebut dengan ventilator. Jika terus dibiarkan kondisi tersebut bisa mengakibatkan kematian.

Gejala Umum Badai Sitokin Bagi Penderita Covid 19

Gejala Umum Badai Sitokin Bagi Penderita Covid 19

Secara umum pasien covid yang mengalami badai sitokin ini akan mengalami demam dan juga gejala sesak napas yang cukup parah. Dan kondisi ini akan berlangsung selama 6 sampai 7 hari setelah gejala covid muncul.

Tidak hanya merasakan demam dan sesak napas juga, pasien covid akan mengalami beberapa gejala umum seperti :

  1. Kondisi tubuh kedinginan atau menggigil.
  2. Sering mengalami kelelahan.
  3. Mengalami pembengkakan di bagian tungkai.
  4. Mengalami kondisi mual hingga muntah.
  5. Merasakan nyeri pada otot dan persendian.
  6. Sakit kepala yang luar biasa.
  7. Mengalami ruam pada kulit.
  8. Batuk batuk.
  9. Sesak napas.
  10. Kejang kejang.
  11. Tekanan darah rendah.
  12. Halusinasi dan kebingungan.
  13. Penggumpalan darah.
  14. Sulit untuk mengendalikan gerakan tubuh.

Penanganan yang Tepat pada Pasien dengan Badai Sitokin

Penanganan yang Tepat pada Pasien dengan Badai Sitokin

Pada penderita covid 19 yang mengalami badai sitokin ini tidak bisa dianggap sebelah mata dan membutuhkan perawatan khusus hingga harus dirawat di dalam Unit Perawatan Intensif atau ICU.

Untuk menghindari hal buruk yang akan terjadi pada pasien covid dengan badai sitokin maka harus dilakukan penanganan yang tepat seperti :

  1. Melakukan pemantauan secara intensif pada tanda tanda vital seperti denyut nadi, tekanan darah, dan pernapasan.
  2. Dilakukan pemasangan mesin ventilator untuk membantu pernapasan.
  3. Memberikan cairan lewat infus.
  4. Memantau kadar elektrolit di dalam tubuh.
  5. Melakukan cuci darah secara rutin atau disebut dengan hemodialisis.
  6. Memberikan obat anakinra atau tocilizumab yang dilakukan untuk menghambat aktivitas sitokin.

Namun dibutuhkan penelitian yang lebih lanjut guna mengetahui secara pasti dan efektif pada para pasien covid yang sedang mengalami badai sitokin.

Apalagi karena badai ini juga bisa menyebabkan kerusakan yang cukup fatal hingga mengakibatkan kematian. Seperti yang viral beberapa hari lalu bahwa YouTuber sekaligus mantan mentalis Deddy Corbuzier baru saja didiagnosa terkena badai sitokin.

Hal ini mengakibatkan kesehatan Deddy Corbuzier menurun drastis bahkan membuat dirinya harus mendapatkan perawatan yang intensif. Selain itu Deddy Corbuzier juga mengumumkan bahwa dirinya pensiun sebagai YouTuber.

Tentu karena kondisi kesehatannya yang kian hari kian menurun akibat badai sitokin yang dideritanya. Dari sini sudah bisa dipastikan bahwa badai sitokin bukanlah kondisi yang bisa dianggap sebelah mata.

Sehingga wajib dilakukan penanganan yang serius terhadap penderitanya terutama bagi pasien covid 19 karena mampu mengakibatkan kematian.