Gejala Umum Covid-19 Varian Delta dan Cara Mengobatinya

Kasus covid-19 yang sempat mencapai puncaknya pada pertengahan Juli lalu disebabkan oleh varian Delta yang memiliki tingkat penularan lebih tinggi dari varian covid biasa. Mutasi virus yang berasal dari India tersebut pertama kali terdeteksi di Indonesia pada tanggal 3 Mei 2021 lalu.

Banyak kasus pada pasien varian Delta mengalami gejala yang hampir serupa, terutama pada tahap awal sejak terpaparnya virus tersebut. Lantas, apa saja gejala yang muncul saat kita terkena covid varian Delta serta bagaimana cara mengobatinya? Berikut ulasan lengkapnya!

Gejala Umum Covid 19 Varian Delta

Tidak hanya mengalami flu dan batuk saja, varian Delta juga memunculkan beberapa gejala lain yang khas dialami oleh penderitanya. Berikut ini adalah gejala yang paling sering ditemui pada kasus positif covid dengan varian tersebut:

1. Demam Tinggi

Demam Tinggi covid 19

Gejala pertama yang umum dirasakan oleh pasien varian Delta adalah kepala pusing yang disertai dengan demam tinggi mencapai 39 – 40 derajat celcius. Demam biasanya terjadi selama 1 sampai 2 hari yang akan reda seiring pemberian paracetamol atau obat penurun panas.

2. Muntah

Muntah

Di banyak kasus juga sering ditemukan adanya rasa mual pada perut hingga menyebabkan muntah selang 1 – 2 hari setelah pasien mulai merasa kurang nyaman pada badannya. Gejala ini juga memicu hilangnya nafsu makan pada pasien.

3. Sakit Tenggorokan

Sakit Tenggorokan

Rasa sakit saat menelan atau radang mulai dirasakan pada hari kedua dan mencapai puncaknya pada hari ke-3 sampai hari ke-4. Pemberian obat-obatan pereda nyeri tenggorokan atau meminum larutan garam dapat menurunkan gejala ini lebih cepat.

4. Nyeri Badan

Nyeri Badan covid 19

Penderita covid-19 varian Delta juga akan merasa malas untuk bergerak karena timbulnya rasa nyeri di sekujur badannya. Gejala ini akan sangat terasa saat masih merasa demam dan akan berangsur hilang seiring meredanya gejala demam pada tubuh.

5. Diare

Diare

Masalah pada perut pasien juga mengakibatkan diare selama 1 – 2 hari dengan tingkat gejala ringan hingga sedang. Pasien dengan gejala diare biasanya juga masih kehilangan nafsu makannya sehingga butuh waktu beberapa jam/hari untuk bisa menikmati makanannya.

6. Anosmia

Anosmia covid 19

Anosmia atau kehilangan indra penciuman dan perasa masih menjadi gejala khas dari covid-19 termasuk untuk varian Delta ini. Meski begitu, ada beberapa kasus yang hanya mengalami gejala ini sangat ringan atau bahkan tidak sama sekali.

7. Sesak Nafas

Sesak Nafas

Keluhan sesak nafas biasanya dialami pasien pada hari kelima setelah terpapar. Hanya sebagian saja pada kasus covid varian Delta yang mengalami gejala ini. Jika gejalanya tergolong ringan, penanganan bisa dilakukan dengan mengubah posisi duduk atau dengan pemberian oksigen tabung.

Jika gejalanya semakin parah, maka perlu segera mendapat penanganan rumah sakit. Dalam hal ini, pasien perlu berkonsultasi dengan Puskesmas atau pihak rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih serius.

8. Bintik Merah Pada Kulit

Bintik Merah Pada Kulit covid 19

Meski tergolong jarang, bintik merah pada kulit biasanya terjadi pada kasus covid dengan varian Delta. Gejala ditandai dengan kemunculan bintik-bintik merah di hampir seluruh tubuh. Gejala akan mereda dalam beberapa hari.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Covid Varian Delta?

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terkena Covid Varian Delta

Meski sudah menjalankan prokes dengan ketat, risiko terpapar virus covid khususnya varian Delta masih tetap bisa terjadi. Seseorang yang terkena varian ini berpotensi menularkannya kepada 3 – 4 orang yang ada di sekitarnya. Jika sudah terkena, beberapa hal berikut ini bisa dilakukan:

  • Laporkan kasus covid yang dialami kepada anggota gugus tugas covid-19 setempat agar bisa diteruskan ke Puskesmas.
  • Selalu konsultasikan kondisi kesehatan atau gejala yang dialami kepada pihak Puskesmas.
  • Minum obat sesuai dengan gejala yang dirasakan, baik itu demam, mual, flu, dll. Obat akan dikirim oleh Puskesmas kepada warga yang terpapar dan melakukan isolasi mandiri di rumah.
  • Rutin meminum vitamin C dan D, serta Zinc.
  • Berjemur di bawah sinar matahari pada pukul 08.00 – 10.00 pagi.
  • Jika memungkinkan, selalu cek kadar oksigen dengan oxymeter. Pastikan saturasi oksigen tetap berada di angka 95 ke atas. 
  • Jika terjadi penurunan saturasi oksigen di bawah 94 atau bahkan di bawah 90, segera laporkan ke pihak ke Puskesmas untuk mendapat penanganan yang lebih lanjut.
  • Setelah gejala berangsur membaik, tetap selesaikan isolasi mandiri sampai dengan 14 hari.
  • Silakan melapor ke pihak Puskesmas jika sudah menjalani masa isolasi mandiri selama 14 hari.
  • Selanjutnya, pihak Puskesmas meminta pasien datang ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.
  • Setelah itu, surat bebas isolasi mandiri akan diberikan pada pasien yang bersangkutan.

Sampai di tahap ini, pasien yang sempat terkena covid varian Delta boleh beraktivitas kembali dengan menunjukkan surat bebas isolasi mandiri yang diberikan oleh Puskesmas. 

Tetap Jaga Protokol Kesehatan 

Bagi siapapun yang harus beraktivitas di luar rumah, baik itu yang sudah terkena maupun yang sama sekali belum terkena virus corona tetap harus menjaga protokol kesehatan di manapun berada. Hal itu dikarenakan mereka masih berpotensi untuk membawa virus tersebut dan menularkannya ke orang lain.

Adapun protokol kesehatan yang harus dilakukan meliputi 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan dengan sabun, Menjaga jarak aman), rutin menyemprotkan disinfektan pada permukaan benda yang digunakan secara umum, serta mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksin.

Kita tentu ingin segera terlepas dari kondisi pandemi yang sudah lebih dari satu setengah tahun ini dirasakan. Selalu jaga diri sendiri dan orang di sekitar dengan taat menjalani protokol kesehatan yang berlaku dan berperan aktif dalam upaya penanganan pandemi covid-19 saat ini.