Ragam Fakta Piala Dunia FIBA Hingga Jelang Musim 2023

Piala dunia FIBA merupakan salah satu ajang kejuaraan basket paling besar yang pengadaannya secara umum adalah 4 tahun sekali. Dari digelarnya FIBA ini, terdapat sederetan fakta Piala Dunia FIBA yang cukup menarik untuk dibahas.

Piala dunia basket ini sendiri pertama kali digelar pada tahun 1950 di Argentina. Kejuaraan besar yang awalnya hanya diikuti oleh sedikit klub saja, semakin ke sini semakin tampak perkembangannya dari banyaknya peserta piala dunia FIBA. Terakhir kalinya FIBA diadakan di Cina pada tahun 2019.

Fakta Piala Dunia FIBA Dulu Hingga Jelang 2023

Tak dapat dipungkiri dari sejak FIBA pertama kali digelar, tiap musimnya selalu mengalami peningkatan dan perkembangan. Contohnya saja seperti yang sudah sekilas disebutkan di atas terkait jumlah peserta FIBA yang tiap musimnya selalu bertambah.

Dari perjalanan FIBA tersebut, ada beberapa fakta yang cukup menarik dan bisa menjadi wawasan baru untuk Anda yang tertarik dengan dunia basket. Berikut di bawah ini beberapa ulasan fakta Piala Dunia FIBA:

1. Peningkatan Jumlah Tim Terlibat FIBA

Seperti yang sedikit disinggung sebelumnya, dari musim ke musim ajang FIBA selalu mengalami peningkatan dan perkembangan. Salah satu contohnya adalah peningkatan jumlah tim yang menjadi peserta FIBA dari berbagai negara.

Pada mulanya ajang ini hanya diikuti oleh 8 tim. Kemudian di tahun 2002 mengalami peningkatan hingga menjadi 16 tim yang turut jadi peserta FIBA. Adapun 16 tim tersebut berasak dari 4 benua yang aktif diundang FIBA.

Di tahun 2006, jumlah tim mengalami kenaikan lagi menjadi 24 tim aktif. Hingga ajang terakhir kalinya yang digelar di tahun 2019, FIBA berhasil menggaet 32 tim peserta aktif dari 4 benua.

2. Amerika Serikat Serta Kedigdayaannya

Sejarah Amerika Serikat beserta kedigdayaannya dalam FIBA memang menorehkan sejarah yang cukup populer di kalangan basket dunia. Dalam catatan sejarahnya, Amerika Serikat menduduki predikat negara yang paling banyak juara dalam piala dunia FIBA.

Kemenangan tim Amerika Serikat ini ada pada musim tahun 1954, 1986, dan 1994. Tak cukup di situ, pada era tahun 2000-an pun Amerika sempat juara dua kali dalam musim tahun 2010 dan 2014.

Sehingga total gelar yang sempat diraih Amerika Serikat dalam Piala Dunia FIBA adalah sebanyak 5 gelar. Meskipun dikenal paling sering juara, namun kedigdayaannya dalam level antarnegara tak begitu terasa.

Amerika bahkan hingga gini populer dengan liga basket terbesar yang dimilikinya, yang tak lain adalah NBA. Ini jugalah yang membuat Amerika sebagai salah satu negara penoreh sejarah tentang Piala Dunia FIBA.

3. Afrika Belum Pernah Jadi Tuan Rumah FIBA

Sama halnya seperti cabang olahraga lainnya, kejuaraan FIBA atau ajang bergengsi basketball ini juga selalu memilih daftar negara yang akan dijadikan sebagai tuan rumah. Tentu saja tuan rumah pertama kali FIBA adalah Argentina, seperti yang sudah tercatat dalam sejarah.

Setidaknya sudah lebih dari 70 kali FIBA ini diadakan di negara berbeda sebagai tuan rumah. Namun sayangnya fakta menyatakan bahwa Afrika sama sekali belum pernah jadi tuan rumah ajang kejuaraan basket yang sangat bergengsi ini.

Belum diketahui secara jelas mengapa panitia pengadaan FIBA hingga kini belum pernah melirik Afrika sebagai tuan rumah Piala Dunia basketball bergengsi ini.

4. Amerika Paling Sering Jadi Tuan Rumah

Berbanding terbalik dengan kondisi Afrika yang sama sekali belum pernah jadi tuan rumah Piala Dunia FIBA, Amerika justru menyandang predikat sebagai benua yang paling sering jadi tuan rumah. Sejarah mencatat sudah 10 kali Benua Amerika menjadi tuan rumah FIBA.

Namun ada juga beberapa negara lain yang juga turut meramaikan Piala Dunia FIBA sebagai tuan rumah. Diantara negara yang pernah jadi tuan rumah adalah seperti Argentina, Uruguay, Kanada, Amerika Serikat, Brazil (hingga dua kali), Puerto Rico, Chile, dan Kolombia.

5. Dihadiri Oleh 4 Benua

Dalam pelaksanaannya, Piala Dunia FIBA tercatat mengundang 4 benua untuk turut berpartisipasi dalam ajang kejuaraan Piala Dunia basket bergengsi ini. Benua yang hadir dan terlibat diantaranya adalah Asia-Oceanic, Amerika, Eropa, dan Afrika.

Adapun benua Australia sebenarnya juga turut dalam ajang ini. Hanya saja karena merupakan benua kecil, akhirnya benua ini ikut atau bergabung dalam Asia-Oceanic. Keikutsertaan benua Australia ini juga tergabung dalam babak perebutan dan menjadi perwakilan kontinental.

6. Tahun 2023 FIBA Multihost

Jika umumnya yang menjadi tuan rumah FIBA hanya satu negara, maka berbeda halnya dengan tahun 2023 yang akan datang. Di tahun 2023 rencananya ajang Piala Dunia FIBA akan diadakan di tiga negara sekaligus, alias ada 3 tuan rumah.

Tiga negara yang terlibat dan menjadi tuan rumah di tahun 2023 tak laun adalah Indonesia, Filipina, dan Jepang. Indonesia pun harusnya bangga karena tahun depan terpilih menjadi tuan rumah.

Dengan diadakannya FIBA 2023 di tiga negara, maka tidak menutup kemungkinan nantinya sistem permainan tiap tim akan dibagi dan disebar di tiga negara tersebut. Tahun 2023 menjadi tahun perdana yang mana Piala Dunia FIBA diadakan di tiga negara.

Ajang bergengsi Piala Dunia FIBA memang cukup menarik menjadi bahasan dalam dunia olahraga. Terlihat sekali perkembangan dan peningkatan FIBA dari musim ke musim.

Di tahun 2023 untuk pertama kalinya cabang olahraga ini akan menorehkan sejarah baru dengan mempersembahkan 3 negara sekaligus sebagai tuan rumah. Beberapa fakta Piala Dunia FIBA di atas bisa menjadi wawasan baru untuk Anda sebelum turut serta memeriahkan FIBA 2023 nantinya.