Kereta Cepat Jakarta-Bandung Segera Dipasang, Ini Kata Ridwan Kamil

Kemacetan yang terjadi di Ibu Kota Jakarta tidak berkurang dari tahun ke tahun. Banyaknya pengendara motor maupun mobil yang berangkat kerja dari arah sekitar Jakarta menuju Jakarta, membuat kemacetan tidak dapat dihindari. Kini muncul inovasi kereta cepat Jakarta-Bandung.

Setelah sebelumnya proyek KRL, MRT dan LRT beberapa di antaranya telah selesai dibangun, proyek inovasi kereta cepat kini segera dibangun. Proyek ini diharapkan dapat mengurai kemacetan Ibu Kota, dan mempersingkat waktu para pekerja.

Awal Mula Pembuatan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

 

Proyek kereta cepat ini sudah dimulai sejak tahun 2016. Sebelumnya proyek ini telah diwacanakan oleh Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Namun baru di eksekusi di era Presiden Jokowi.

Proyek ini disetujui oleh Presiden Jokowi melalui sebuah rapat terbatas pada tahun 2015. Proyek ini diresmikan sendiri oleh Presiden Jokowi pada tanggal 21 Januari 2016, sekaligus meletakkan batu pertama proyek ini.

Setelah menerima persetujuan dari Presiden Jokowi, pemerintah mulai membuka kerja sama, dan dua negara menawarkan diri, yaitu Jepang dan China. Namun, akhirnya China yang diputuskan untuk menjadi partner dalam proyek ini.

China dan BUMN sepakat menamainya Kereta cepat Indonesia China. Walaupun setelahnya langsung menuai perdebatan publik. Saat itu pemerintah memastikan bahwa proyek ini tidak akan menggunakan biaya APBN.

Namun ternyata, pada bulan Oktober 2021, Presiden Jokowi menyatakan bahwa proyek kereta cepat ini akan didanai oleh APBN. Karena sebelumnya uang proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini kian menipis.

Proses yang Sempat Tertunda

 

Awalnya kereta cepat ditargetkan selesai pada tahun 2019 silam. Namun, karena beberapa kendala seperti Pandemi Covid-19, membuat kereta ini mundur dari target awal.

Direktur Utama PT. Kereta cepat Indonesia China, Dwiyana Slamet Riyadi, menyebutkan bahwa proyek ini sudah berjalan hingga 84 persen. Diharapkan proyek ini segera bisa dioperasikan pada tahun 2023.

Dilansir dari Instagram Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, 11 set lokomotif dan gerbong kereta cepat telah selesai dibuat di Pabrik China, Qingdao, dan sedang dalam proses pengiriman menuju Jawa Barat.

Nantinya kereta cepat akan diuji coba pada November 2022 mendatang. Setelahnya juga akan diberikan berbagai uji coba lainnya, sebelum akhirnya kereta ini dapat beroperasi pada Juni 2023 mendatang.

Rute dan Jam Operasional

Proyek kereta cepat dibangun sepanjang 142,3 kilometer dari Jakarta menuju Bandung. Terdapat 4 stasiun yang tersedia di sepanjang proyek ini, yaitu Stasiun Halim Jakarta, Stasiun Karawang, Stasiun Hub Padalarang, dan Stasiun Tegalluar Bandung.

Untuk jam operasional nantinya akan dibuka dari pukul 05.30-22.00. Nantinya hanya membutuhkan waktu 35 menit-45 menit saja untuk menempuh kota Jakarta dan Bandung melalui kereta ini. Tentunya dapat lebih efisien dalam hal biaya maupun waktu.

Walaupun sebenarnya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini tidak sampai ke pusat kota Wilayah Bandung. Para penumpang yang berhenti di stasiun terakhir yaitu Stasiun Hub Padalarang, nantinya dapat menaiki KA Feeder yang nantinya dapat berhenti di Stasiun Cimahi.

Manfaat Proyek Kereta Cepat

Bukan tanpa alasan kereta cepat Jakarta-Bandung ini dibangun. Walaupun masih banyak kontroversi atas dibangunnya kereta ini. Ekonom Senior Universitas Indonesia, Faisal Basri
menyebutkan bahwa proyek ini mubazir dan tidak karuan.

Apalagi kini pembiayaan proyek ini didanai oleh APBN. Namun, Menteri BUMN, Erick Thohir menanggapi, memang infrastruktur akan lama untuk balik modalnya, namun yang akan merasakannya adalah anak cucu kita nantinya.

Diperkirakan proyek ini akan balik modal dalam waktu 40 tahun. Namun, hal ini masih dievaluasi, dengan menghitung dari nilai investasi, jumlah penumpang, dan harga tiketnya. Ini dia beberapa manfaat kereta cepat Jakarta-Bandung.

1. Hemat Waktu

Bagi para pekerja yang harus berangkat pagi dan pulang malam, tak perlu khawatir lagi. Dengan waktu 35-45 menit Anda sudah bisa sampai di Jakarta maupun Bandung, karena kereta ini akan bergerak di kecepatan 350 km/jam. Jika menaiki kereta api biasa, Anda memerlukan waktu kurang lebih 3 jam.

2. Hemat Biaya

Perkiraan tarif yang dipatok untuk kereta ini adalah Rp.150.000,00 sampai dengan Rp.350.000,00/orang. Dengan pembagian kursi menjadi 3 kelas, yaitu VIP, first class, dan second class.

Mungkin harga tiket ini memang terlihat lebih mahal dibanding kereta api biasa. Namun, harga ini sesuai dengan waktu perjalanan yang jauh menjadi lebih singkat. Apalagi diharapkan kereta cepat dapat mengurai kemacetan.

3. Mengurai Kemacetan

Dengan adanya kereta ini, maka kemacetan yang berada di Ibukota diharapkan akan semakin berkurang, karena sebagian orang sudah memakai kereta ini dan tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi.

4. Tingkatan Ekonomi

Dengan adanya proyek ini, maka dapat meningkatkan instalasi ekonomi di sekitar daerah Jakarta hingga Bandung, Tak hanya itu, akan semakin meluasnya lapangan pekerjaan, karena nantinya akan dibutuhkan pegawai untuk melayani para penumpang.

Kereta cepat Jakarta-Bandung yang dibangun, dapat membantu masyarakat untuk mempersingkat waktu saat bepergian. Dengan adanya proyek ini, Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang memiliki kereta cepat. Diharapkan kereta ini dapat segera beroperasi untuk masyarakat.