3 Aplikasi Belanja Online yang Paling Diminati Masyarakat

Aplikasi belanja online, sangat diminati di generasi ini. Selain harganya yang murah, Anda juga bisa melihat-lihat barang yang ingin dibeli dari mana saja, tak perlu datang ke tempat ataupun toko. Apalagi fiturnya mudah dimengerti dan banyak diskon yang ditawarkan membuatnya semakin digemari.

Mulai dari barang-barang kecil hingga barang elektronik pun tersedia di aplikasi belanja tersebut. Banyak sekali aplikasinya yang beredar hingga kini. Semuanya menawarkan gratis ongkir maupun diskon besar untuk para pembeli.

Rekomendasi Aplikasi Belanja Online

Ingin mencoba cara yang jauh lebih praktis dalam berbelanja? Ini dia 3 aplikasi belanja online yang sebaiknya Anda coba untuk belanja online dengan nyaman dan aman.

1. Shopee

Aplikasi berwarna oren ini sudah tidak asing lagi bagi masyarakat, baik anak kecil sampai orang dewasa. Shopee mempunyai kantor pusat di negara Singapura, dan dimiliki oleh Chris Feng. Ia pertama kali diluncurkan pada tahun 2015 di Singapura.

Setelah itu mulai meluas ke negara lain seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Taiwan dan Vietnam. Hingga pada tahun 2019, Shopee resmi diluncurkan di negara Brazil, yang menjadikan Brazil sebagai negara pertama di Amerika Selatan yang meluncurkan Shopee.

Ini dia beberapa fitur yang diluncurkan Shopee untuk mempermudah para pembeli.

Shopee Mall

Pada tahun 2017 aplikasi Shopee telah diunduh lebih dari 80 juta orang, dengan lebih dari 4 juta penjual, dan lebih dari 180 juta produk aktif. Tak hanya barang-barang seperti baju ataupun peralatan rumah tangga, tersedia juga Shopee Mall yang merupakan toko dari brand-brand ternama.

Shopee Food

Tak hanya itu, Shopee juga mengeluarkan fitur Shopee Food, yang tak kalah saing dari Grabfood ataupun Gofood. Lagi-lagi dengan diskon besar-besaran yang ditawarkan.

Aplikasi Shopee tak hanya membantu para pembeli, namun juga membantu para penjual untuk semakin memperluas produk mereka hingga ke pelosok negeri, membantu meningkatkan ekonomi para UMKM.

ShopeePay

ShopeePay atau bisa disebut dompet online. Dengan adanya fitur ShopeePay, pembeli dapat dengan mudah melakukan berbagai macam transaksi di aplikasi Shopee. Apalagi dengan menggunakan shopeePay Anda tidak akan terkena biaya admin.

Tak hanya dapat melakukan transaksi secara online, pemakaian ShopeePay dapat juga dilakukan pada toko-toko offline sebagai metode pembayaran.

Anda hanya perlu memastikan bahwa toko itu dapat melakukan metode pembayaran menggunakan ShopeePay, dan Anda tinggal scan kode QR yang disediakan pada toko.

Layanan lainnya

Pada aplikasi Shopee, Anda juga bisa membayar tagihan-tagihan, seperti tagihan listrik maupun mengisi token listrik. Anda juga bisa membeli pulsa, membeli tiket transportasi, membayar tagihan kredit hingga membeli tiket untuk nonton bioskop.

Dengan fitur yang mudah dimengerti, tak heran jika banyak ibu-ibu yang sangat menyukai aplikasi ini. Tak heran jika Ia menjadi aplikasi nomor 1 yang diminati masyarakat.

2. Tokopedia

Aplikasi berwarna hijau ini dirilis pertama kali pada tanggal 17 Agustus 2009, dinaungi oleh PT Tokopedia yang didirikan oleh William Tanuwijaya dan Leontinus Alpha Edison pada tanggal 6 Februari 2009. Tokopedia berpusat di Ibu Kota Jakarta.

Tokopedia juga merupakan salah satu aplikasi belanja online yang diminati para kalangan anak muda. Pada tahun 2016, Tokopedia menghadirkan teknologi fintech, yaitu layanan keuangan seperti dompet digital, kartu kredit, investasi terjangkau, kredit modal bisnis dan masih banyak lagi.

Pada tahun 2017, Tokopedia meluncurkan produk deals, yaitu untuk membantu bisnis offline dapat juga ditawarkan di online, contohnya seperti Travel, dan diharapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan penawaran terbaik.

Sejak bulan Maret 2018, Tokopedia mempunyai acara tahunan yang dapat membantu UMKM untuk memasarkan produknya. Acara tahunan itu diberi nama MAKERFEST.

Tokopedia juga bekerja sama dengan Gojek mulai tanggal 17 Mei 2021, dan sepakat menamai Grupnya GoTo, yang berarti Gojek-Tokopedia, dan berasal dari kata gotong-royong. Tokopedia juga menawarkan diskon besar-besaran dan fitur fintech-nya yang menarik perhatian kaum anak muda.

3. Lazada

Sama seperti Shopee, Lazada juga mempunyai kantor pusatnya di Singapura. Lazada Group didirikan pada tahun 2012 oleh Rocket Internet yang berpusat di Berlin dan Pierre Poignant, dan kini berada di bawah naungan Alibaba Group, yang merupakan e-commerce asal China.

Tahun 2014, Lazada memperluas jaringannya hingga ke Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand dan Vietnam. Lazada di luncurkan di Indonesia pada tahun 2012 yang bisa beroperasi hingga saat ini.

Aplikasi Lazada telah memiliki lebih dari 135.000 penjual lokal maupun internasional, dengan 3.000 brand untuk melayani 560 juta pembeli di kawasan Asia Tenggara. Karena pada dasarnya Asia Tenggara merupakan target pasar Lazada.

Layanan baru e-logistik

Pada tahun 2014 Lazada meluncurkan layanan e-logistik sendiri (Lex ID), aplikasi mobile, dan layanan marketplace. Dengan adanya Lex ID, Lazada dapat dengan mudah mengirimkan pesanan pada pelanggan seluruh Indonesia, karena memiliki lebih dari 40 gudang pada kabupaten/kota.

Tak lupa Lex IDE juga menawarkan fitur penting, yaitu sistem pembayaran COD (Cash on Delivery), dengan adanya sistem pembayaran ini, pembeli tak perlu bingung untuk membeli barang tapi malas untuk melakukan pembayaran keluar rumah.

Munculnya fitur seller center

Tahun 2015, Lazada meluncurkan fitur seller center bagi para penjual untuk lebih mudah mengatur, harga, promosi maupun pesanan.

Lazada juga membantu masyarakat dalam bidang seni yang pada saat itu terdampak oleh Covid-19. Dengan mengadakan acara sale setiap beberapa bulan sekali.

Aplikasi Lazada mudah dipahami, dan tak lupa menawarkan deals terbaik bagi pada pembeli.

Beberapa aplikasi belanja online di atas cocok untuk generasi milenial. Bagi Anda yang malas keluar rumah, tapi tetap ingin tampil modis dan tentunya tak ingin ketinggalan barang-barang terbaru, tak perlu khawatir, 3 aplikasi di atas, dapat membantu Anda berbelanja dari mana saja.