Menyedihkan, 6 Pemain Bola Ini Menjadi Korban Rasisme Sepak Bola

Meski dunia sudah semakin maju namun sayangnya kasus rasisme dalam dunia olahraga khususnya sepak bola masih sering terjadi. Banyak kasus rasisme sepak bola dimana pelakunya tidak hanya dari sesama pemain namun juga penonton.

Hal ini tentu saja sangat disayangkan mengingat olahraga seharusnya menjadi wadah untuk memupuk semangat kebersamaan serat perlawanan terhadap rasisme. Yang lebih miris lagi banyak kasus rasisme yang justru terjadi di dalam lapangan alias saat pertandingan.

6 Pemain Korban Rasisme Sepak Bola

Sebenarnya ada banyak pemain sepak bola terutama yang berlaga di liga-liga Eropa yang sempat menjadi korban rasisme. Namun, ada beberapa pemain yang diketahui sempat mendapatkan perlakuan rasis saat bertanding dan kasusnya lumayan viral di kalangan penggemar.

Siapa sajakah pemain-pemain yang menjadi korban rasisme sepak bola tersebut? Berikut penjelasannya.

1. Patrice Evra

Evra yang merupakan mantan pemain Manchester United ini dikabarkan pernah mendapatkan perlakuan rasis dari sesama pemain bola yaitu Luis Suarez. Saat itu Suarez yang masih bermain untuk Liverpool terlibat cekcok dengan Evra sehingga mengumpatkan kata-kata kasar.

Tidak hanya kasar, perkataan Suarez saat ini juga dikategorikan sebagai tindakan rasisme. Tidak tanggung-tanggung, ucapan rasis itu diucapkannya sampai 10 kali sehingga menyebabkan Suarez akhirnya mendapatkan hukuman dari federasi sepak bola Inggris.

Sanksi tersebut diantaranya adalah larangan bermain sebanyak 8 kali. Sayangnya hal tersebut tidak membuat Suarez merasa menyesal karena pada saat dirinya sempat menolak berjabat tangan dengan Evra ketika keduanya bertanding di stadium Old Trafford.

2. Dani Alves

Tindakan rasisme yang dialami Alves ini sayangnya dilakukan oleh penonton. Selama bertanding, pemain ini sempat dilempari buah pisang setiap akan melakukan tendangan pojok. Meski bagai sebagai orang ini terlihat sepele namun sebenarnya tindakan ini termasuk tidak pantas.

Menurut beberapa informasi, buah pisang yang sengaja dilemparkan ke lapangan sengaja dilakukan untuk mengolok-olok Alves yang merupakan seorang pemain berkulit hitam. Menariknya, meski dirinya mendapatkan perlakukan rasis namun dia justru menanggapinya dengan cara yang cerdas.

Dirinya justru mengambil dan memakan buah pisang yang dilemparkan ke lapangan secara langsung.

3. Taison

Pemain asal Brazil ini juga sempat menjadi korban rasisme ketika bertanding. Saat itu, Taison diteriaki dengan yel-yel suara kera. Hal ini langsung membuatnya marah besar sehingga mengacungkan jari tengahnya ke arah penonton yang menyorakinya.

Tidak hanya itu, Taison juga menendang bola ke arah penonton yang menghinanya. Sayangnya, tindakan rasisme yang dialaminya justru tidak mendapatkan perlakuan adil oleh wasit. Wasit justru mengatasinya serta memberikan kartu merah.

Tidak hanya itu, Taison yang membela tim asal Ukraina juga mendapatkan sanksi tidak boleh bermain selama 1 pertandingan oleh federasi sepak bola setempat.

4. Mouctar Diakhaby

Kasus rasisme yang menimpa pemain muda ini sempat menjadi perhatian media massa internasional. Diakhaby dikabarkan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan saat bertanding melawan Cadiz FC.

Saking tidak menyenangkan bahkan kapten Valencia, Jose Gaya sampai memberikan statement tentang perlakuan tersebut sebagai penghinaan yang sangat buruk. Sayangnya, sampai saat ini belum ada yang tahu penghinaan seperti apa yang dimaksud.

5. Son Heung Min

Pemain asal Korea Selatan ini pernah diserang dengan berbagai komentar rasial melalui sosial media setelah timnya, Tottenham Hotspur kalah dari Manchester United pada tahun 2020-2021.

Pemain ini mendapatkan berbagai komentar tidak pantas setelah dirinya terlibat duel dengan salah satu pemain Manchester United Scott McTominay. Saat itu, wasit akhirnya memutuskan jika McTominay melakukan pelanggaran sehingga menyebabkan golnya dianulir.

6. Moise Kean

Pemain ini sempat mendapatkan serangan rasial saat berseragam Juventus. Saat itu Moise berhasil menciptakan gol untuk timnya dan melakukan selebrasi di depan penonton tim lawan. Aksi ini sebenarnya merupakan aksi balasan mengingat tim lawan terus menghinanya selama pertandingan.

Sayangnya aksinya ini justru malah mendapatkan balasan yang bernada rasis dari penonton tim lawan.

Perlu diingat meski kebanyakan kasus rasisme sepak bola yang diangkat media berasal dari liga-liga Eropa namun bukan berarti jika hal ini tidak terjadi di tanah air. Ada kasus yang sempat diberitakan namun sayangnya tidak mendapatkan sorotan besar-besaran dari media mainstream.