4 Varian Covid-19 di Indonesia yang Terdeteksi, Tetap Waspada!

Semenjak ditemukannya kasus pertama kali  warga negara Indonesia yang terinfeksi covid-19, pada Maret 2020 lalu, membuat varian covid-19 di Indonesia terus mengalami mutasi. Berbagai mutasi yang dilakukan virus ini, bahkan menyebabkan beberapa varian beredar di Indonesia.

Salah satu varian covid-19 yang terbaru yang masuk ke Indonesia yaitu Omicron. Varian ini membuat pemerintah mempercepat program vaksinasi dengan pengadaan vaksin booster. Dari beberapa varian covid-19 yang ada di dunia, varian apa sajakah yang sudah masuk ke Indonesia? Berikut penjelasannya.

1. Varian Alpha, Varian Covid-19 di Indonesia, dari Inggris

Jenis varian covid-19 di Indonesia, yang pertama kali terdeteksi yaitu varian Alpha. Varian yang memiliki kode B.1.1.7 ini, berasal dari negara Inggris dengan kasus positif pertama ditemukan, pada September 2020 lalu di London, Inggris.

Lebih dari 1.100 kasus positif berhasil teridentifikasi di 60 wilayah di negara tersebut, pada pertengahan Desember 2020 lalu. Wilayah tenggara Inggris, menjadi wilayah dengan kasus positif paling banyak yang tertular varian Alpha ini.

Dengan meluasnya beberapa kasus varian Alpha di Inggris, membuat pemerintah Inggris, menerapkan lockdown sebagai upaya pencegahan penularan semakin meluas. Namun adanya mobilitas antar negara, membuat varian Alpha cepat berpindah dari satu negara ke negara lainnya tak terkecuali negara Indonesia.

Indonesia mencatat bahwa, varian Alpha mulai masuk ke Indonesia pada Mei 2021 lalu, dengan kasus pertama kalinya terdeteksi di pulau Sumatera. Tingkat penularan varian ini, bahkan jauh lebih cepat menular dibandingkan dengan virus corona aslinya.

Ada beberapa gejala yang akan ditimbulkan pada tubuh, jika seseroang terinfeksi varian Alpha, di antaranya yaitu:

  • Demam.
  • Batuk dan sakit tenggorokan.
  • Kehilangan indera perasa dan indera penciuman.
  • Sesak nafas dan pusing.
  • Malaise, mual, dan sulit berpikir jernih.
  • Kelelahan dan nyeri otot.

2. Varian Beta, Varian Virus Covid-19, dari Afrika Selatan

Varian covid-19 di Indonesia yang selanjutnya, yang terdeteksi masuk ke Indonesia yaitu varian Beta. Varian yang memiliki kode varian B.1.352 ini, pertama kali terdeteksi di negara Afrika Selatan, pada Mei 2020 lalu. Lebih dari 80 negara bahkan terkonfirmasi warga negaranya, terinfeksi virus corona jenis varian ini, pada Oktober 2020 lalu.

Varian Beta diketahui, mengandung sejumlah mutasi dalam protein yang dinamakan spike. Spike inilah, yang menyebabkan virus ini dapat lebih mudah menempel pada sel manusia. Sedangkan mutasi dari virus varian Beta disebut E484K yang dikenal juga dengan mutasi Eek.

Mutasi Eek dalam virus inilah, memiliki peran penting yang membantu virus menghindari antibodi dalam tubuh manusia kebanyakan. Gejala yang disebabkan varian ini salah satunya, yaitu:

  • Demam dan sakit kepala.
  • Indera penciuman hilang.
  • Batuk yang tak kunjung sembuh.
  • Radang tenggorokan.
  • Sakit perut.

Gejala di atas, sebenarnya tidak semua dirasakan oleh orang yang teinfeksi varian Beta. Namun kebanyakan orang yang terkonfirmasi positif jenis varian ini, memiliki beberapa gejala sama seperti yang disebutkan di atas.

3. Varian Gamma, Varian Virus Covid-19, dari Amerika Latin

Varian Gamma merupakan varian virus covid-19 di indonesia yang berasal dari Amerika Latin. Varian yang memiliki kode varian P.1 ini, salah satu penyebab terjadinya ledakan kasus kematian akibat covid-19 di negara Brasil, pada November 2020 lalu.

Tingkat penularan varian Gamma yang dua kali lipat lebih cepat dari virus aslinya, membuat beberapa negara yang berbatasan langsung dengan negara Brasil, banyak yang terkonfirmasi terinfeksi varian ini. Infeksi varian Gamma dapat menyebabkan beberapa gejala sebagai berikut:

  • Kelelahan yang begitu ekstrem.
  • Batuk kering.
  • Hilangnya daya penciuman yang sangat kuat.

4. Varian Delta, Varian Virus Covid-19, dari India

Varian Delta covid-19 di Indonesia, juga terkonfirmasi menyerang beberapa warga negara Indonesia, yang dibawa beberapa orang sepulang berpergian dari India. Varian virus covid-19 yang memiliki kode varian B.1.617.2 ini, pertama kali ditemukan di negara India, pada Oktober 2020 lalu.

Varian Delta ini, memiliki tingkat penularan yang lebih cepat dibandingkan dengan varian Alfa, yaitu mencapai 30-100 persen. Bahkan di negara asalnya India, varian Delta telah menyebabkan ratusan kasus rawat inap dikabarkan meninggal dunia akibat terinfeksi varian jenis ini.

Gejala yang ditimbulkan oleh varian virus jenis ini, hampir sama dengan gejala virus corona aslinya, di antaranya, yaitu sebagai berikut:

  • Demam, sakit kepala, dan radang tenggorokan.
  • Batuk yang tak kunjung sembuh.
  • Flu yang parah.
  • Sakit perut.
  • Mual dan muntah.
  • Nyeri sendi dan gangguan pendengaran.
  • Hilang indera penciuman dan hilang selera makan.

5. Varian Omicron, Varian Terbaru Covid-19, dari Afrika Selatan

Covid-19 varian Omicron di indonesia mulai terdeteksi pada penghujung tahun 2021, tepatnya di Jakarta. Varian Omicron memiliki tingkat penularan hingga 500 persen dibandingkan dengan varian virus corona sebelumnya yaitu varian Delta.

Tingginya tingkat penularan yang disebabkan varian virus corona ini, membuat lonjakan kasus covid-19 di Indonesia kembali naik. Setidaknya ada 152 kasus positif covid-19 yang dikabarkan terinfeksi varian ini. Sedangkan hingga saat ini, lebih dari 100 negara dilaporkan telah terinfeksi varian Omicron di negaranya.

Varian virus corona yang memiliki kode B.1.1.529 ini, pertama kali ditemukan kasusnya di negara Afrika Selatan, pada November 2021 lalu. Mobilitas yang tinggi antar negara, membuat varian ini cepat tersebar di beberapa negara. Orang yang terinfeksi varian Omicran, memiliki bebarapa gejala, sebagai berikut:

  • Flu berat.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Radang tenggoran dan bersin-bersin terus menerus.

Namun beberapa gejala varian Omicron di atas, dipercaya lebih ringan dibandingkan dengan gejala yang disebabkan oleh varian Delta.

Beberapa jenis varian covid-19 di Indonesia yang terdeteksi di atas, sejatinya belum ada obat yang bisa menyembuhkan hingga sekarang. Namun dengan selalu menerapkan protokol kesehatan setiap saat, merupakan upaya ampuh untuk mencegah setiap penularan yang disebabkan virus covid-19 ini.