Akibat Perang, 5 Miliarder Rusia Ini Kehilangan Kekayaan

Perang antara Rusia dan Ukraina semakin memanas. Berbagai negara di dunia pun mulai menjatuhkan sanksi sebagai bentuk kecaman atas serangan militer yang digencarkan Rusia. Akibat dari sanksi ini kekayaan para miliarder Rusia pun semakin menyusut.

Sanksi yang dijatuhkan ke berbagai sektor mulai dari ekspor, penerbangan, telekomunikasi dan sebagainya telah membuat Rusia mengalami kerugian. Hal ini banyak dirasakan oleh para pengusaha dan miliarder Rusia yang mulai kehilangan niai kekayaan dengan jumlah besar.

Dilansir dari Forbes, terhitung dari bulan Februari setidaknya di Rusia ada sebanyak 116 miliarder yang mengalami kerugian sebesar 125 miliar US dollar atau Rp 1.810 triliun. Kemudian pada bulan Maret, terhitung para miliarder juga mengalami kerugian sebesar 71 miliar US dollar atau Rp 1.020 triliun.

Alasan yang menjadi dasar kerugian ini adalah saham index milik Rusia yaitu Moex telah ditutup. Hal ini mengakibatkan ambruknya nilai saham sebesar 33%. Nilai mata tukar mata uang rubel pun ikut terimbas dan mencapai nilai terendah terhadap dollar Amerika Serikat.

Hal ini menjadi momok menakutkan untuk para miliarder Rusia tersebut. Semakin banyak sanksi yang diterbitkan, semakin banyak juga nilai kekayaan yang tergerus. Beberapa miliarder yang terpengaruh diketahui masuk dalam lingkaran Putin dan sangat dekat dengan Presiden Rusia tersebut.

Berikut daftar miliarder Rusia yang mengalami penyusutan kekayaan akibat sanksi terhadap Rusia, yang dikutip dari Forbes:

1. Vagit Alekperov

Vagit Alekperov adalah salah satu miliarder Rusia yang ikut terimbas dampak sanksinya. Ia sendiri merupakan ketua dari Lukoil, perusahaan minyak terbesar di Rusia. Awalnya Alekprov hanyalah pekerja rig laut minyak di laut Kaspia.

Alekperov juga pernah menjabat sebagai menteri sektor perminyakan di Uni Soviet. Dikutip dari Forbes, diperkirakan nilai kekayaan yang dimiliki Alekperov telah mengalami penyusutan sebanyak 17,1% atau sekitar 4,2 miliar US dollar.

Pada bulan Maret, kekayaannya juga tercatat hilang sebesar 22,8 miliar US dollar atau sekitar Rp 327,5 triliun.

2. Leonid Mikhelson

Leonid Mikhelson juga merupakan orang terkaya di negara pimpinan Presiden Vladimir Putin tersebut. Diketahui, Mikhelson merupakan pemegang saham utama Rusia yaitu Novatek. Di Rusia, Novatek sendiri merupakan saham produsen gas alam yang terbesar kedua.

Akibat perang ini, Mikhelson juga turut mengalami kerugian kekayaan yang mencapai 16,5% atau sekitar 4,5 miliar US dollar. Jika di rupiahkan mencapai Rp 64,6 triliun.

3. Vladimir Lisin

Vladimir Lisin adalah salah satu miliarder Rusia yang memiliki jabatan sebagai chairman di perusahaan raksasa Rusia yaitu NLMK Group. Perusahaan ini fokus memproduksi baja berkualitas di negara Rusia. Selain itu, Lisin diketahui bisnis lain dengan kepemilikan Trans-World Group.

Trans-World Group focus pada pengelolaan pabrik untuk para pedagang di Rusia. Hebatnya, Lisin tercatat juga mempunyai terbanyak di Novolipetsk yang merupakan perusahaan pabrik baja terbesar di Rusia tahun 2000.

Namun begitu, Lisin tetap terimbas dari sanksi terhadap Rusia akibat tindakan perangnya.  Tercatat pada Forbes bahwa Lisin telah mengalami kerugian kekayaan sebesar 10,7% atau sekitar 3 miliar US dollar. Jika dirupiahkan ia loss hampir sebanyak Rp 43,1 triliun.

4. Alexey Mordashov

Selanjutnya ada Alexey Mordashov, miliarder Rusia yang tercatat sebagai pemegang saham terbesar di perusahaan Severstal. Perusahaan ini fokus pada produksi baja dan tambang di Rusia. Perusahaan ini memiliki kantor pusat di Cherepovets.

Alexey pernah menjabat sebagai CEO di perusahaan tersebut selama 19 tahun. Sanksi ketat dari berbagai negari membuat kekayaan Alexey mengalami penyusutan. Setidaknya ada sekitar 14,4% kekayaan yang menyusut yaitu sebesar 4,2 miliar US dollar.

Jika dirupiahkan, Alexey telah kehilangan sebesar Rp 60,3 triliun. Tentunya, hal ini menjadi kekhawatiran Alexey.

5. Gennady Timchenko

Miliarder Rusia lain yang terdampak atas sanksi terhadap Rusia adalah Gennady Timchenko. Ia tercatat sebagai pemilik saham di banyak sektor Rusia, salah satunya yaitu perusahaan gas alam bernama Novatek.

Selain itu sahamnya juga termasuk dalam Sibur Holding, perusahaan yang focus memproduksi petrokimia di Rusia. Diketahui bahwa Gennady juga memiliki hubungan yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Akibat dari kedekatannya inilah, Gennady memperoleh sanksi dari Inggris dan Amerika Serikat. Ternyata, pada tahun 2014 lalu Gennady juga pernah dikenakan sanksi serupa oleh Amerika Serikat. Akibat dari hal ini, kekayaannya pun semakin menyusut tajam.

Dikutip dari Forbes bahwa Gennady telah mengalami kerugian sebanyak 18,1% kekayaan atau sebesar 4,2 miliar US dollar. Jika dirupiahkan kerugian kekayaannya mencapai Rp 60,3 triliun.

Daftar di atas hanyalah sebagian dari total miliarder Rusia yang terdampak akibat sanksi terhadap Rusia. Masih ada lebih dari 116 miliarder lagi yang mengalami hal serupa. Diketahui juga bahwa para miliarder tersebut memiliki kedekatan besar dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dengan kedekatan tersebut, maka ketika negara Rusia dikenakan sanksi besar, para miliarder tersebut merasakan juga dampak negatifnya yang besar pula.