Daftar Pelatih Timnas Indonesia dari Dulu Hingga Sekarang

Pelatih merupakan seseorang yang sangat penting dalam jalannya sebuah klub bola, karena ia akan melatih segala aspek yang berada dalam tim. Tentunya menjadi seorang pelatih bukan hal yang mudah, butuh jam terbang yang tinggi dan pengalaman yang banyak untuk menjadi seorang pelatih yang handal.

Seperti yang telah diketahui, bahwa perjalanan dan sejarah sepak bola yang ada di Indonesia ini memiliki kisah yang cukup panjang, dari awal masuk ke Indonesia yang diketahui ada sejak zaman Belanda, kemudian didirikan dan memiliki klub pertama di Indonesia.

Daftar Pelatih Timnas Indonesia

Berikut adalah daftar pelatih Timnas Indonesia dari masa penjajahan Belanda sampai saat ini memiliki pelatih asal Korea Selatan. Sepak bola Indonesia ini pertama kali dibentuk pada masa Belanda oleh Nederlandsche Indische Voetbal Unie (NIVU).

Kemudian NIVU membentuk sebuah tim bola yang diberi nama Hindia-Belanda, pembentukan tim tersebut untuk mengikuti perhelatan Piala Dunia 1938. Klub Hindia-Belanda yang tentunya pemain kebanyakan berasal dari orang-orang Belanda.

Namun, tim Hindia-Belanda ini gagal dan mendapat kekalahan dari Hungaria dengan skor akhir 0-6. Johannes Christoffel van Mastenbroek merupakan pelatih pertama Hindia-Belanda pada masa itu.  Selanjutnya, Indonesia beberapa kali melakukan pergantian pelatih.

Saat ini Shin Tae-yong menjadi pelatih terbaru timnas Indonesia yang dikontrak dari Desember 2020. Maka, berikut daftar pelatih timnas Indonesia, yaitu:

  1. Johannes Christoffel van Mastenbroek 1938
  2. Choo Seng Quee Singapura/1951-1953
  3. Antun Tony Pogacnik Yugoslavia/1954-1964 dan 1977
  4. Endang Witarsa 1966-1970, 1981
  5. EA Mangindaan 1970-1971
  6. Suwardi Arland 1971-1974 dan 1976-1978
  7. Djamiat Dalhar 1974
  8. Aang Witarsa 1974-1975
  9. Wiel Coerver Belanda/1975-1976 dan 1979
  10. Marek Janota Polandia/1979
  11. Frans van Balkom Belanda/1980-1981
  12. Harry Tjong 1981 dan 1985
  13. Bernd Fischer, Jerman/1981-1983
  14. Muhammad Basri 1983
  15. Iswadi Idris 1983
  16. Sinyo Aliandoe 1983-1985
  17. Joao Lacerda Filho Barbatana 1984
  18. Bertje Matulapelwa 1985-1987
  19. Trio Basiska Muhammad Basri, Iswadi Idris, dan Abdul Kadir/1989
  20. Anatoli Fyodorovich Polosin, Rusia/1990-1992 dan 1994
  21. Ivan Toplak, Yugoslavia/1992-1993
  22. Romano Matte, Italia/1995
  23. Andi M Teguh 1995
  24. Danurwindo 1996-1997
  25. Henk Wullems 1997
  26. Rusdy Bahalwan 1998
  27. Bernard Schumm, Jerman/1999
  28. Nandar Iskandar 1999-2000
  29. Dananjaya 2000
  30. Benny Dollo 2000-2002 dan 2008-2010
  31. Ivan Venkov Kolev, Bulgaria/2002-2004 dan2007
  32. Peter Withe, Inggris/2004-2007
  33. Alfred Riedl, Austria/2010-2011, 2013-2014 dan  2016
  34. Wim Rijsbergen, Belanda/2011-2012
  35. Aji Santoso 2012
  36. Nilmaizar 2012-2013
  37. Luis Manuel Blanco 2013
  38. Rahmad Darmawan 2013
  39. Jacksen F Tiago Brasil/2013
  40. Pieter Huistra Belanda/2015
  41. Luis Milla, Spanyol/2017-2018
  42. Bima Sakti 2018
  43. Simon McMenemy 2018-2019
  44. Shin Tae-yong 2019-Sekarang

Itulah, sederat nama yang pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia. Mulai dari awal berdirinya sepak bola Indonesia oleh orang Belanda dan masih dalam masa penjajahan, hal tersebut menjadi perjalanan panjang sejarah sepak bola Indonesia.

Dari sekian banyaknya nama yang pernah menjadi pelatih Timnas Indoesia, saat ini Shin Tae-yong menjadi pelatih yang pamornya cukup dikenal oleh masyarakat Indonesia. Menurut beberapa sumber informasi, pelatih teranyar ini memiliki gaji yang tidak sedikit, nominalnya sangat besar.

Maka dari itu dalam tulisan ini akan di bahas mengenai gaji Shin Tae-yong, berikut ulasannya.

Gaji Shin Tae-yong Pelatih Timnas Indonesia

Gaji yang didapatkan oleh Shin Tae-yong ini sangat besar, menurut ketua PSSI yaitu Mochamad Iriawan menyebutkan bahwa pelatih asal Korea Selatan ini mendapatkan gaji sebesar Rp1,1 miliar per bulan.

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong ini mulai bergabung dan bertugas untuk melatih pemain Indonesia sejak 2019 yang lalu. Mantan pelatih Timnas Korea Selatan ini tidak hanya melatih tim senior saja, akan tetapi melatih Timnas U-19 juga U-23.

Shin Tae-yong mendapatkan banyak pujian dari masyarakat Indonesia, khususnya oleh fans Timnas Indonesia, sebab Shin Tae-yong dinilai mampu membawa angin segar untuk para pemain Timnas, meskupun pada Piala AFF kemaren gagal menjadi juara.

Fasilitas untuk Shin Tae-yong

Shin Tae-yong memiliki reputasi yang sangat besar pada sepak bola Asia, bahwasannya Shin Tae-yong tersebut merupakan pelatih Korea Selatan yang ikut dalam perhelatan Piala Dunia 2018. Selain itu, Shin Tae-yong juga pernah menjadi seorang pelatih dari Seongnam Ilhawa Chunma serta dapat meraih banyak gelar juara.

Selain gaji yang didapatkan oleh Shin Tae-yong ini tidaklah kecil, ia juga mendapatkan fasilitas yang tidak jauh mewah. Shin Tae-yong mendapat fasilitas apartemen, kendaraan, dan masih banyak yang lainnya. Akan tetapi, fasilitas tersebut tidak hanya Shin Tae-yong seorang, sebab ada enam pelatih lainnya juga.

Diminta untuk Melatih Timnas Indonesia

Shin Tae-yong sebelum menjadi pelatih Timnas Indonesia ia mendapat tawaran juga dari klub negara China. Selain itu, China menawarkan gaji yang terbilang sangat tinggi jiga bergabung dengan mereka, gaji tersebut tentunya berbeda jauh lebih tinggi dari yang ditawarkan Indonesia.

Akan tetapi, pihak yang terlibat dalam pemilihan pelatih mampu membuat Shin Tae-yong memilih Indonesia, caranya dengan melakukan pendekatan secara personal. Hasilnya cara tersebut terbilang ampuh dan sekarang Shin Tae-yong ini berhasil menjadi pelatih Timnas Indonesia.

Pelatih-pelatih Timnas Indonesia tidaklah memiliki bayaran yang sedikit, apalagi pelatih sekarang, tentunya hal tersebut juga dibarengi dengan prestasi yang membanggakan, maka tidak heran jika gaji yang didapat akan semakin besar juga tentunya.

Seperti yang telah diketahui, pelatih sebelumnya yaitu Luis Milla yang pernah didatangkan pada tahun 2016, yang merupakan seorang mantan dari pemain Real Madrid serta Barcelona tercatat sebagai pelatih termahal pada sejarah sepak bola Indonesia, setidaknya PSSI harus membayar dengan biaya Rp2 miliar untuk Luis dan para asistennya.

Luis berhasil membuat performa pemain Timnas dengan baik, meski masih belum bisa juga menjadi juara. Namun, banyak masyarakat yang memuji permainan Indonesia yang di asuh oleh Luis tersebut. Sementara itu, juga pernah ada Alfred Riedl yang tentunya juga mendapat gaji yang tidak sedikit.

Menurut beberapa informasi Alfred Riedl ini memiliki gaji Rp1,2 miliar saat membawa Timnas Indonesia berlaga di Piala AFF 2016. Timnas ternyata bermain dengan sangat baik, sehingga mampu masuk ke final, namun lagi-lagi Indonesia gugur dan kalah oleh Timnas Thailand.

Kebanyakan PSSI menggunakan pelatih asing, tentunya hal tersebut untuk memberikan pelatihan terhadap Timnas agar ada gebrakan oleh pelatih terbaik, bahkan sampai didatangkan dari luar negeri. Pelatih-pelatih tersebut tidak memiliki bayaran yang sedikit, namun memiliki bayaran yang sangat tinggi.